-->

Headlines

Pilihan Editor

Bicara Nasional

Bicara Ekonomi

Bicara Hukum

17/04/2021

Setelah Lama Mengabdi, KRI Karang Tekok-982 Resmi Pensiun


Bicaraindonesia.idSetelah lama mengabdi, akhirnya Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Karang Tekok-982 resmi pensiun dari Dinas Aktif TNI Angkatan Laut.

Sebagai bentuk penghormatan terakhir, Pangkoarmada II Laksda TNI I N.G. Sudihartawan didampingi Inspektorat Koarmada II, Kapok Sahli serta Danguspurla Koarmada II memimpin Upacara Pelepasan KRI tersebut di Dermaga Tengah Mako Koarmada II, Ujung, Surabaya, Jum’at (16/04/2021).

Dalam sambutannya, Pangkoarmada II Laksda TNI I N.G. Sudihartawan mengatakan, KRI Karang Tekok-982 yang menjadi salah satu unsur satuan kapal bantu Koarmada II telah sampai pada batas akhir pengabdiannya.

"Berkaitan hal tersebut, maka kita melaksanakan upacara militer sebagai penghormatan terakhir terhadap pengabdian yang telah diberikan oleh KRI ini," kata Laksda Sudihartawan.

Namun demikian, harus diakui bahwa semua prestasi yang telah dicapai KRI Karang Tekok-982 hanya dapat dicapai melalui kerja keras, dedikasi, loyalitas serta tanggung jawab serta profesionalisme seluruh ABK. Bagi dia, Kinerja ABK KRI tersebut, merupakan hasil pembinaan yang panjang sejak kapal ini pertama kali masuk jajaran TNI AL hingga saat ini. 

"Untuk itu, kepada seluruh mantan komandan, prajurit yang saat ini masih bertugas di KRI tersebut, atas nama pemimpin TNI AL dan seluruh jajaran, saya ucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya," pungkas Laksda Sudihartawan.

Sebagai diketahui, Karang Tekok diambil dari sebuah nama daerah provinsi Jawa Timur. Tepatnya, di Kabupaten Banyuwangi yang merupakan tempat basis marinir dalam membentuk insan prajurit yang tangguh, tanggap, tanggon dan trengginas dalam melaksanakan tugas untuk mempertahankan keutuhan wilayah NKRI.

KRI KTK-982 dibuat di galangan Kapal Laurzen Jerman pada tahun 1998. Pada tahun 2005 diserahkan operasionalnya dari PT. ASDP kepada TNI AL.

Kemudian, diresmikan pada tanggal 18 Oktober 2006 oleh Panglima TNI dan statusnya resmi menjadi Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) dimana pembinaanya dibawah jajaran Satuan Kapal Bantu (SATBAN) Komando Armada RI Kawasan Timur .

Dispen Koarmada II | A1

Risma Bakal Padukan Pahlawan Ekonomi dengan Program Pemberdayaan Kemensos


Bicaraindonesia.id - Menteri Sosial Tri Rismaharini akan menerapkan program ‘Pahlawan Ekonomi’ untuk pemberdayaan penerima manfaat di Kementerian Sosial. Hal ini disampaikannya dalam rapat kabinet bersama Presiden beberapa waktu lalu.

“Di Kemensos ini kan ada Program Keluarga Harapan (PKH) dimana ada aspek pemberdayaan di situ. Nah saya waktu Wali Kota Surabaya kan mengembangkan Pahlawan Ekonomi. Jadi ini saya coba untuk dipadukan,” kata Mensos Risma dalam acara bincang-bincang bersama salah satu stasiun radio swasta di  Surabaya, Sabtu (17/04/2021).

Rencana Mensos ini sudah disampaikannya dalam rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu. “Paparan saya mendapat tanggapan dari Bapak Kepala Bappenas. Pak Kepala Bappenas menyampaikan: ‘Bu pola ibu di Surabaya untuk pemberdayaan ekonomi kami adopsi ya’,” katanya.

Dengan memadukan dua program ini, Mensos ingin melakukan akselerasi.  Menurut dia, dengan program bantuan tunai dengan indeks sebesar Rp300 ribu/bulan, dibutuhkan intervensi tambahan agar Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bisa mandiri secara ekonomi.

Program Pahlawan Ekonomi berfokus pada pemberdayaan ibu rumah tangga dari keluarga prasejahtera di Surabaya. Program ini digagas Risma saat menyadari kemiskinan di Surabaya diketahui hampir seluruhnya dengan suaminya bekerja. Pahlawan Ekonomi membidik perempuan (istri) sebagai potensi menggerakkan mesin kedua perekonomian.

“Di Jakarta saya menemui beberapa pemulung. Saya tanya mereka pendapatannya sekitar Rp30 ribu sudah berdua dengan suami-istri. Kalau sebulan mereka dapat Rp900 ribu, ini tentu tidak mungkin mereka bisa mengakses perumahan. Maka yang yang kita lihat mereka kan tidur di gerobak,” katanya. 

Di lain pihak, PKH sebagai program Prioritas Nasional dalam percepatan penangan kemiskinan mengadopsi berorientasi pada kemandirian KPM. Kemensos mengembangkan program Kewirausahaan Sosial (ProKUS) yang menyasar KPM PKH graduasi dengan rintisan usaha.

ProKUs adalah program lanjutan dari Program Keluarga Harapan (PKH), untuk melatih secara mandiri para KPM dengan potensi usaha yang dimiliki, agar usaha mereka lebih berkembang lagi.

Prokus tidak hanya memberikan dana, namun juga bimbingan para mentor, sesuai jenis usaha KPM. Sejauh ini, ProKUS sudah banyak memberikan manfaat kepada penerima bantuan.

Penerima Program Kewirausahaan Sosial (ProKUS) di Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Alif Riyawan menyatakan manfaat ProKUS. Melalui rintisan usaha teh tarik, Alif kini makin optimistis menatap masa depan.

“Sebelumnya, ekonomi keluarga saya sedang down. Di 2020, ada ProKUS dari Kementerian Sosial dengan bantuan sebesar Rp 3,5 juta. Dari sana, saya kembangkan usaha saya dari sisi produksi,” katanya, di Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat.

Pemerintah menetapkan dua program Prioritas Nasional dalam penanganan kemiskinan di Kemensos, yakni PKH  dan Program Sembako/Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). PKH dialokasikan anggaran sebesar Rp28,7 triliun dengan target 10 juta KPM, dengan indeks tergantung pada komponen dalam keluarga.

Kemudian Program Sembako/BPNT dialokasikan anggaran Rp45,12 triliun dengan target 18,8 juta KPM. Penyaluran dilakukan setiap bulan, selama 6 bulan (Januari – Desember) dengan indeks Rp200.000/bulan/KPM. 

Hari ini Mensos melakukan serangkaian kunjungan di Surabaya. Selain hadir sebagai narasumber Program Kelana Kota di Suara Surabaya FM, Mensos juga dijadwalkan bertemu dengan pimpinan Universitas Airlangga, dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember. 


Kemensos | A1

16/04/2021

Pangkoarmada II Terima Courtesy Call Kabinda Jatim


Bicaraindonesia.id - Pangkoarmada II Laksda TNI I N.G. Sudihartawan didampingi Asintel Pangkoarmada II, menerima Courtesy Call (CC) Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Jawa Timur, Marsma TNI Rudy Iskandar.

Kedatangan pejabat baru Kabinda Jatim ini, disambut hangat Laksda TNI I N.G. Sudihartawan bersama jajarannya di ruang kerja Pangkoarmada II Ujung, Surabaya. Kamis (15/04/2021).

Kedatangan Marsma TNI Rudy Iskandar yang juga lulusan AAU 91 tersebut, merupakan kunjungan kali pertama sejak dilantik menjadi Kabinda Jatim.

“Semoga kunjungan silaturahmi ini mampu meningkatkan hubungan kerja sama yang telah terjalin dan terjaga baik selama ini antara Koarmada II dengan Badan Intelijen Negara,” kata Laksda Sudihartawan.

Senada dengan Laksda Sudihartawan, Marsma TNI Rudy Iskandar juga menyatakan rasa terima kasih dan bangga atas sambutan hangat selama kunjungan silaturahmi yang mereka laksanakan di Koarmada II.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pangkoarmada II sudah berkenan menerima kunjungan yang pertama kali semenjak dilantik menjadi pejabat baru Kabinda Jatim," ungkap Marsma Rudy.


Dispen Koarmada II | A1

Keempat Kalinya TNI AL Kirim Bantuan Kemanusiaan ke NTT


Bicaraindonesia.id - TNI AL melalui Koarmada II kembali mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk meringankan korban bencana alam di Nusa Tenggara Timur (NTT). KRI Tanjung Kambani-971 merupakan kapal keempat yang dikerahkan TNI AL untuk mengangkut bantuan menuju daerah bencana di NTT, Kamis (15/04/2021).

Bantuan sosial yang telah terkumpul ini, berasal dari Gubernur Jatim, Wali Kota Surabaya, Pangkoarmada II, Pangdam V/Brawijaya, Kapolda Jatim, Komandan Lantamal V, Kadissenlekal serta masyarakat.

Bantuan ini diperoleh melalui kerjasama Satgas Penanggulangan Bencana (Gulben) Spotmar Koarmada II dengan Satgas Posko Bantuan Kemanusiaan Bencana Alam NTT Lantamal V/Surabaya.

Panglima Koarmada II, Laksda TNI I N.G. Sudihartawan mengatakan, bahwa sebelumnya tiga kapal TNI AL yakni, KRI Oswald Siahaan (OWA)-354, KRI Ahmad Yani-351 dan KRI Semarang-594, telah diberangkatkan menuju NTT beberapa waktu lalu.

"Saat ini kembali kita mengirim KRI Tanjung Kambani-971 dalam rangka mengangkut bantuan untuk disalurkan kepada para korban bencana alam di NTT, “ kata Laksda Sudihartawan dalam keterangan tertulis yang diterima Bicaraindonesia.id, Kamis (15/4/2021).

Bantuan ini diangkut menggunakan 30 truk yang terdiri dari berbagai macam kebutuhan hidup sehari hari. Seperti, beras, mie instan, air mineral kemasan, pakaian layak pakai, makanan bayi, tenda, selimut, alat mandi, perlengkapan ibadah, obat-obatan, masker dan sebagainya

Laksda Sudihartawan juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terkumpulnya bantuan sosial. Pihaknya berharap, jerih payah dan keikhlasan para donatur ini mendapatkan balasan dari Tuhan Yang Maha Esa. 

Selama proses pengumpulan bahan bantuan sampai ke titik pengiriman, Koarmada II tetap menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.


Dispen Koarmada II | A1

15/04/2021

34 Narapidana Terorisme Ucapkan Ikrar Setia NKRI


Bicaraindonesia.id - Sebanyak 34 narapidana tindak pidana terorisme bertekad kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal itu ditegaskan dalam pengucapan ikrar setia NKRI di Lapas Narkotika Kelas IIA Gunung Sindur, Bogor, Kamis (15/4/2021).

Pengucapan Ikrar NKRI merupakan bentuk implementasi hasil program deradikalisasi. Yakni, sebagai pengikat tekad dan semangat, serta penegasan untuk bersedia kembali membangun kehidupan berbangsa dan bernegara dalam bingkai NKRI.

“Ikrar ini merupakan langkah pembinaan agar para napi dapat kembali membela NKRI,” kata Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenkumham Jawa Barat, Sudjonggo dalam keterangan di laman resminya, Kamis (15/4/2021).

Selain itu, pengucapan ikrar ini juga syarat bagi narapidana tindak pidana terorisme apabila di kemudian hari mengajukan pembebasan bersyarat, menjelang bebas dan program lainnya.

Pelaksanaan ikrar NKRI di Lapas Narkotika Kelas IIA Gunung Sindur dilakukan bertahap dan berkesinambungan. Setelah mengucapkan ikrar, sebagai bentuk implementasinya para pelaku baik individu maupun kelompok harus bersedia meninggalkan atau melepaskan diri dari aksi dan kegiatan terorisme.

Napi yang sudah mengucapkan ikrar setia diharapkan dapat menjadi agen yang membantu pemerintah untuk memberikan pencerahan bagi orang-orang disekitarnya sehingga menghambat proses penyebaran radikalisme di masyarakat.

“Semoga ini menjadi awal untuk membuka jalan para Napi kembali ke masyarakat. Dan diharapkan masyarakat dapat menerima kembalinya para napi terorisme ini ke tengah mereka,” ujar Kakanwil Kemenkumham yang akrab dipanggil Jonggo ini.

Pelaksanaan upacara ikrar setia NKRI diawali dengan menjalani pembacaan ikrar, penandatanganan, serta penciuman bendera merah putih. Kegiatan ini juga disaksikan langsung oleh perwakilan Densus 88, Badan Intelejen Negara, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Kepolisian sektor setempat.

Ikrar setia ini dilakukan secara sadar dan tanpa paksaan. Sehingga keinginan untuk kembali ke NKRI berasal dari individu WBP masing-masing. Maka dari itu, dari total 56 napi terorisme yang ada di Lapas Kelas IIA Narkotika Gunung Sindur Bogor, terdapat 22 napi tindak terorisme yang belum mengucap sumpah NKRI. Sehingga terus dilakukan pembinaan yang berkelanjutan agar mereka bertekad kembali ke NKRI.

Seluruh napi yang mengucapkan ikrar berasal dari berbagai jaringan terorisme di Indonesia, seperti Jamaah Ansharut Daulah (JAD), Simpatisan ISIS, Simpatisan Daulah, dan lainnya. Mereka menjalani masa pidana kurungan penjara di Lapas Narkotika Kelas IIA Gunung Sindur dengan masa penahanan yang beragam.

Source: Kemenkumham | A1

Bicara Jatim

Bicara Hankam

Bicara Edunesia

Bicara Lifestyle

Bicara Lingkungan

© Copyright 2021 Bicaraindonesia.id | All Right Reserved