-->

28/02/2021

Pemkot Surabaya Terima Bantuan Masker dan Hand Sanitizer dari Kemensos


Bicaraindonesia.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menerima bantuan dari Kementerian Sosial (Mensos) Republik Indonesia (RI). Bantuan tersebut diserahkan langsung Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini kepada Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Halaman Balai Kota, Minggu (28/2/2021).

Puluhan kardus bantuan ini berisi hand sanitizer dan masker. Rinciannya yakni sebanyak 448 karton dengan total 10.752 botol hand sanitizer. Sedangkan masker medis, berjumlah 25 karton dengan total 50 ribu pcs.

Wali Kota Surabaya  Eri Cahyadi mengatakan, bantuan dari Kemensos ini akan diinput dengan data Surabaya Peduli Bencana dan Peduli Covid-19 milik Pemkot Surabaya. Nantinya, puluhan ribu hand sanitizer dan masker medis tersebut akan didistribusikan kepada tenaga kesehatan (nakes) yang ada di Kota Pahlawan.

“Apabila kebutuhan nakes sudah mencukupi, maka akan kita bagikan kepada warga,” kata Wali Kota Eri.

Orang nomor satu di Kota Pahlawan ini menjelaskan, untuk saat ini salah satu fokus tujuannya adalah dapat menyelesaikan persoalan pandemi Covid-19. Meski menurutnya, hingga detik ini beberapa kelurahan sudah zona hijau atau nol kasus.

“Tinggal beberapa titik kelurahan yang belum hijau kita arahkan ke sana. Sambil pencegahan yang kita lakukan supaya yang hijau tidak bergerak naik. Lalu yang zona oranye bergerak hijau kita akan fokus ke sana,” tegas dia.

Sementara itu, Mensos Risma menambahkan, sebenarnya bantuan itu merupakan bantuan dari warga yang belum sempat diberikan kepada Pemkot Surabaya.

“Kita baru sempat serahkan hari ini karena beberapa minggu lalu harus berkeliling mulai berbagai kota yang ada di Indonesia,” pungkasnya. (A1)


23/02/2021

Perkuat Program Bangga Kencana 2021, BKKBN Jatim Gelar Pra Rakerda

Bicaraindoensia.id - Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur menggelar Pra Rapat Kerja Daerah (Pra Rakerda) melalui hybrid meeting (virtual dan offline), Senin (22/02/2021). Pra Rakerda dilaksanakan dengan tujuan untuk melakukan evaluasi capaian kinerja tahun 2020 serta mengetahui profil kependudukan di Provinsi Jawa Timur pasca sensus penduduk tahun 2020 lalu.

Selain itu, Pra Rakerda dilaksanakan untuk memperkuat Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) Provinsi Jatim Tahun 2021.

Adapun peserta Pra Rakerda terdiri dari seluruh ASN Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, termasuk para PKB/PLKB, Kepala OPD-KB Kabupaten/Kota, Kader PPKBD/Sub PPKBD, organisasi profesi dan mitra kerja.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Sukaryo Teguh Santoso dalam sambutan dan arahannya mengatakan, bahwa Pandemi Covid-19 yang berlangsung sejak awal tahun 2020 telah memberikan dampak signifikan terhadap pencapaian kinerja program Bangga Kencana.

Menurut data hasil Survey Kinerja dan Akuntabilitas Program (SKAP) BKKBN Tahun 2021 menunjukkan bahwa Pencapaian program Bangga Kencana Jatim Tahun 2020, belum sepenuhnya mencapai target yang ditetapkan.

“Dalam hal pengelolaan anggaran, tahun 2020 telah terjadi refocusing yang cukup signifikan untuk alokasi penanganan Covid-19. Meskipun demikian, Alhamdulillah Satker Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur ditetapkan sebagai Satker Terbaik III Pencapaian Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) dari 1310 satker di wilayah kerja DJPB Kanwil Provinsi Jawa Timur dengan capaian 99,17 persen dari 13 indikator kinerja anggaran,” kata Teguh dalam keterangan tertulis yang diterima, Senin (22/2/2021).

Teguh mengungkapkan, tahun 2021 BKKBN mendapatkan mandat baru dari  Presiden RI Joko Widodo sebagai sebagai ketua pelaksana Percepatan Penurunan Stunting.

"Hal ini menjadi tantangan bagi BKKBN untuk dapat menurunkan angka stunting pada tahun 2020-2024 rata-rata sebesar 2.5 persen setiap tahunnya dari 26,9 persen pada tahun 2020 di Jawa Timur menjadi 14 persen pada tahun 2024," terang dia.

Dalam upaya percepatan penurunan bayi stunting tersebut, BKKBN telah merancangbangun percepatan melalui intervensi hulu yang bertujuan untuk mencegah terlahirnya bayi stunting.

Di sisi lain, kata Teguh, BKKN juga telah menyusun 5 Strategi. Yakni, Mencegah kelahiran bayi berpotensi stunting, Pengasuhan 1000 HPK, Memperkuat basis data intervensi dan monitoring stunting, Promosi dan Pelembagaan keterlibatan masyarakat, dan Kemitraan penanganan stunting. "Kelima strategi ini didukung oleh 12 Kegiatan Prioritas,” ungkap Teguh. 

Pada momentum ini, Kepala Perwakilan BKKBN Jatim telah mengukuhkan Pengurus Juang Kencana masa bakti 2021-2023 serta melaksanakan MoU dengan Rektor UNAIR dan Universitas NAROTAMA.

“Kami ucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dukungan lintas sektor dan mitra kerja dalam turut serta menyukseskan Program Bangga Kencana," tutur dia.

Pihaknya berharap kepada seluruh pihak terkait agar bisa terus bersinergi dengan memanfaatkan semua potensi sumber daya di lapangan. Seperti petugas, mitra, para kader, tokoh masyarakat, hingga forum-forum sosial yang ada di lapangan. Ini dilakukan untuk melakukan upaya-upaya pencegahan stunting, serta dapat memanfaatkan seoptimal mungkin dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK) dalam pemenuhan alokon KB.

"Tak lupa Pada tanggal 1 April - 31 Mei 2021 kita akan melaksanakan Pendataan Keluarga secara serentak,” tutup Teguh. (DJ / A1)

Miris! Pasangan di Bawah Umur Ini Jadi Pelaku Curanmor


Bicaraindonesia.id - Sepasang kekasih di bawah umur yang tinggal sekamar kosan ini kerap kali melakukan aksi pencurian motor. Tak tanggung-tanggung, kepolisian mencatat, pasangan ini sudah tujuh kali melakukan aksi kejahatan tersebut.

"Penangkapan pelaku pencurian, pelakunya DR (17) dan IGD (16), mereka ini sepasang kekasih, melakukan pencurian kendaraan bermotor di beberapa TKP. Di antaranya di wilayah Polrestabes Surabaya dan KP3 (Polres Tanjung Perak)," kata Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Oki Ahadian di Mapolrestabes Surabaya, Senin (22/2/2021).

Modusnya, keduanya putar-putar mencari target kendaraannya. Nah, ketika sudah ada target, dari salah satu pelaku ini turun menggunakan kunci T dan membuka paksa kunci motor.

"Mereka otodidak, masih di bawah umur, sepasang kekasih melakukan pencurian motor bersama-sama. Si cowok yang melakukan eksekusi dan si cewek mengalihkan perhatian," ungkap AKBP Oki.

Sementara untuk lokasi target dan waktunya, AKBP Oki menyebut, pasangan ini melakukannya dengan acak. Bahkan keduanya sudah mencuri motor sebanyak tujuh kali.

"(Hasil pencurian, red) Untuk keperluan sehari-hari. Ada 7 kali mereka mencuri, hasilnya mereka bawa ke Madura. Sasarannya dimana aja. Untuk waktu mereka melakukannya acak, dan eksekutornya si cowok, si cewek pengalihan aja," terang AKBP Oki.

Menurut dugaan, pasangan ini juga melakukan kumpul kebo. Pasalnya, sat ditangkap keduanya tinggal dalam satu kamar kos. "Waktu ditangkap keduanya tinggal satu kamar," pungkasnya. 

Dalam kasus ini, keduanya dikenakan Pasal 363, yakni pencurian yang dilakukan lebih dari orang atau bersekutu, dengan ancaman penjara maksimal 7 tahun. (DAP / B1)


19/02/2021

Begini Cara Pemkot Surabaya Fasilitasi Siswa Belajar dari Rumah


“Penilaian hasil belajar berdasar tugas-tugas yang sudah dikerjakan, buka cara yang digunakannya. Ini yang perlu diperhatikan oleh para orang tua, sehingga tidak perlu khawatir karena hanya tidak mempunyai HP"

Bicaraindonesia.id - Selama pandemi Covid-19, Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) melakukan berbagai inovasi untuk tetap mengefektifkan siswa mengikuti pembelajaran dari rumah.

Bahkan, Dispendik Surabaya sudah menyediakan berbagai opsi supaya pembelajaran tetap efektif di tengah pandemi.

“Jadi, para orang tua siswa tidak perlu khawatir hanya karena tidak mempunyai handphone (HP), karena kami sudah menyiapkan beberapa opsi untuk pembelajaran dari rumah,” kata Kepala Dispendik Kota Surabaya Supomo, dalam keterangan resminya, Jumat (19/02/2021).

Opsi pertama adalah pembelajaran dalam jaringan (daring) atau online secara penuh sesuai jadwal yang telah disusun oleh sekolah. Opsi kedua adalah luar jaringan (luring) atau offline. “Ini yang kami optimalkan dalam situasi pandemi Covid-19 ini,” kata Supomo.

Mantan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya ini menjelaskan untuk pembelajaran luring menggunakan dua cara. Pertama, dengan memberikan tugas setiap minggu kepada siswa yang tidak bisa daring secara penuh.

“Jadi, guru datang ke rumah siswa dengan membawa tugas selama seminggu. Seminggu kemudian guru datang kembali untuk mengambil dan memberikan tugas seminggu berikutnya,” ujarnya.

Cara kedua, dengan menonton tayangan televisi. Dispendik Kota Surabaya sudah bekerjasama dengan sejumlah stasiun televisi untuk memberikan pembelajaran yang bisa ditonton dari rumah siswa masing-masing. Tayangan ini diisi oleh para guru-guru dari jenjang SD maupun SMP yang ada di Kota Surabaya.

“Selain itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) juga sudah menyediakan program semacam ini, sehingga siswa juga bisa mengikutinya juga,” katanya

Supomo menegaskan, berbagai langkah optimal yang dilakukan Dispendik Surabaya tersebut membuat keluarga dan peserta didik tidak perlu bergantung penuh dengan HP untuk belajar. Apalagi, opsi pembelajaran yang digunakan oleh siswa, baik itu memilih daring atau luring, tidak mempengaruhi penilaian.

“Penilaian hasil belajar berdasar tugas-tugas yang sudah dikerjakan, buka cara yang digunakannya. Ini yang perlu diperhatikan oleh para orang tua, sehingga tidak perlu khawatir karena hanya tidak mempunyai HP,” tegasnya.

Namun demikian, Supomo menyebut, yang paling penting para orang tua dan guru harus berperan aktif selama proses belajar dari rumah. Bila orang tua menemui kendala, bisa segera melapor kepada sekolah masing-masing untuk diberikan opsi pembelajaran lainnya.

“Ini kan kondisinya pandemi, sehingga harus sama-sama bersinergi dan berperan aktif untuk memberikan pelajaran kepada para siswa. Ayo kita dukung mereka untuk tetap belajar meski di tengah pandemi,” pungkasnya. (C1)


Prajurit Marinir Bersama Tiga Pilar Laksanakan Operasi Yustisi di Trawas

Bicaraindonesia.id - Berbagai upaya dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Bahkan, untuk memasifkan hal itu, Prajurit Yonif 1 Brigif 2 Mar Pasmar 2 yang tergabung bersama Tiga Pilar, yang terdiri dari TNI, Polri dan Satuan Polisi Pamong Praja melaksanakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Puncak Trawas, Mojokerto, Jawa Timur, Jumat (19/02/2021).

Kegiatan yang dipimpin Batuud Koramil 0815/17 Trawas, Pelda Didik Utomo tersebut, diharapkan agar seluruh lapisan masyarakat taat dan disiplin menjalankan protokol kesehatan. Sehingga diharapkan mata rantai penyebaran Covid-19 dapat segera terputus.

Sementara itu, Komandan Batalyon Infanteri 1 Marinir, Letkol Marinir Aang Andy Warta, M. Tr. Opsla mengharapkan kepada seluruh prajurit yang melaksanakan tugas operasi yustisi untuk bersinergi dengan instansi terkait. Baik dalam menegakkan peraturan tentang ketaatan maupun pengawasan disiplin protokol kesehatan kepada masyarakat.

“Semoga kegiatan tersebut dapat menyadarkan masyarakat untuk hiddup sehat seperti selalu memakai masker saat keluar rumah, rajin mencuci tangan, menjaga jarak dengan orang sekitar, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas," kata Letkol Marinir Aang Andy Warta.

(Dispen Kormar / A1)


Masifkan Pencegahan Covid-19, Polisi di Surabaya Dilatih Tracing dan Asesmen


Bicaraindonesia.id - Tim tracing di Kota Surabaya terus diperluas untuk mencegah dan memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19. Yang terbaru, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memberikan pelatihan tracing dan asesmen kepada personel Polrestabes Surabaya.

Wakil Sekretaris Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, Irvan Widyanto, mengatakan demi meningkatkan kapasitas tracing di Kota Surabaya, pihaknya memperluas tim tracing, termasuk anggota TNI dan Polri. Makanya, pada hari ini digelar pelatihan tracing dan asesmen bagi anggota Polrestabes Surabaya.

“Tentunya, makin banyak anggota yang memiliki kemampuan tracing, pasti akan sangat membantu satgas dalam mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini,” kata Irvan di ruang kerjanya, Rabu (17/2/2021).

Selama ini, kata Irvan, pelatihan tracing semacam ini sudah diberikan kepada jajaran kelurahan, kecamatan, Kasatgas, Babinsa dan Bhabinkamtibmas di Surabaya. Bahkan, mereka sudah mendapatkan pelatihan ini dua kali, sehingga tracing di Kota Pahlawan semakin masif. “Melalui cara ini, tentu diharapkan tracing di Surabaya bisa semakin masif,” tegasnya.

Sementara itu, Wakapolrestabes Surabaya AKBP Hartoyo mengatakan, ada sekitar 70 personel Polrestabes Surabaya yang mengikuti pelatihan tracing yang digelar oleh Satgas Covid-19 Surabaya.

Sebelumnya, sudah ada sekitar 130 Bhabinkamtibmas yang dilatih, sehingga personel yang dilatih kali ini merupakan tambahan dari sebelumnya.

“Jadi, total sudah 200 tim tracing dari Polrestabes Surabaya yang nantinya akan bersinergi dengan jajaran pemkot untuk melakukan tracing di bawah,” ungkap Hartoyo.

Ia juga memastikan bahwa keikutsertaan jajaran polri dalam tim tracing ini merupakan perintah presiden yang kemudian ditindaklanjuti oleh Kapolri. Selanjutnya, dilakukan di tingkat kabupaten/kota, termasuk di Surabaya.

“Tentu diharapkan tracing dan testing di Surabaya terus dimasifkan untuk mencegah penularan Covid-19 ini,” katanya.

Pembina Persakmi Jatim, Estiningtyas Nugraheni yang menjadi pemateri dalam pelatihan tracing dan asesmen itu mengatakan ada dua materi dalam pelatihan ini, yaitu pelatihan tracing dan asesmen manajemen resiko penularan Covid-19. Menurutnya, materi ini penting untuk memutus dan mencegah penularan Covid-19.

“Kalau dua hal ini bisa dilakukan dengan efektif dan masyarakat juga terbuka, maka pasti tingkat penularan bisa ditekan karena sebelum menyebar sudah dilakukan bloking," kata Esty.

Ia juga memastikan bahwa jajaran Polrestabes Surabaya yang terlibat dalam tim tracing ini akan sangat membantu tim tracing yang sudah ada sebelumnya, sehingga dia memastikan amunisinya sudah cukup lengkap di Surabaya.

“Tentu ini langkah yang sangat tepat yang dilakukan oleh pemkot, karena peran serta Polrestabes Surabaya ini pendekatannya bisa berbagai macam dan jurusnya bermacam-macam, sehingga apabila tidak manjur satu jurus, maka bisa menggunakan jurus lainnya,” kata dia.

Oleh sebab itu, ia pun sangat yakin bahwa tracing di Kota Surabaya akan semakin masif, terlebih dengan adanya bantuan dari personil Polrestabes Surabaya ini. “Semakin masif tracingnya di Surabaya, maka akan semakin mudah dalam melakukan pencegahan penularan Covid-19,” pungkasnya. (A1)


18/02/2021

Polda Jatim Bongkar Peredaran Sabu-sabu Seberat 6 Kg

Bicaraindonesia.id - Ditresnarkoba Polda Jatim berhasil membongkar peredaran Narkoba jenis sabu-sabu di Kota Surabaya. Tersangka diringkus pada Selasa (16/2/2021), di Kupang Gunung Timur, Surabaya, sekira pukul 16.00 WIB.

Penangkapan kurir sabu ini berkat informasi dari masyarakat, bahwa ada transaksi narkotika di wilayah Putat Jaya.

Kurir sabu yang diringkus yakni, IS alias J (35) warga Kupang Gunung Jaya, Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan. Dari tangan tersangka, polisi berhasil mengamankan 22,81 gram sabu.

Modusnya, tersangka IS alias J ini membeli sabu dari seseorang yang ada di Porong inisial HRS, yang saat ini masih menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO).

Rencananya, sabu seberat 22,81 gram oleh tersangka akan dijual dengan dijadikan paketan kecil.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko mengatakan, ungkap kasus peredaran narkotika ini merupakan hasil kerjasama Ditresnarkoba Polda Jatim dengan Polres Mojokerto Kabupaten.

"Anggota Ditresnarkoba mendapatkan informasi dari masyarakat jika sering terjadi transaksi sabu di Putat Jaya. Anggota melakukan penyelidikan hingga melakukan penangkapan terhadap tersangka IS," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko, saat menggelar konferensi pers di Mapolda Jatim, Kamis (18/2/2021) siang.

Dari hasil penangkapan terhadap IS, petugas kemudian mengembangkan kasus ini dan kembali mengamankan tersangka lainnya.

"Anggota terus kembangkan hasil ungkap tersangka utama dan akhirnya kembali meringkus tersangka lain di Sidoarjo," ungkap Kabid Humas.

Dari hasil pengembangan yang dilakukan, polisi akhirnya kembali meringkus satu tersangka lain yakni, ES (27) warga Medokan Semampir, Kecamatan Sukolilo, Surabaya.

Tersangka ES merupakan anak buah dari HRS yang saat ini menjadi DPO polisi. ES sendiri diringkus di rumah kontrakannya yang berada di Jalan Raya Suko Legok, Desa Legok Suko, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo.

"Tersangka ES ini diringkus di Sukodono, Sidoarjo. Dia diringkus saat berada di dalam rumah kontrakannya. Dari tangan tersangka, anggota mengamankan sabu seberat 5 kilogram yang dibungkus menggunakan teh cina," jelasnya.

Saat dilakukan penggeledahan, polisi menemukan lima bungkus sabu yang dikemas dengan teh cina dengan berat 5,521 gram serta tujuh bungkus plastik klip berisi narkoba dengan berat 455 gram.

Berdasarkan interogasi polisi terhadap tersangka ES, sabu yang dia kuasai adalah milik RMB yang kini menjadi DPO. Selain RMB, satu orang lain yang juga menjadi DPO yakni SNY.

Tersangka ES sendiri mengaku sudah dua kali menerima sabu dari RMB untuk diedarkan. Jika berhasil, tersangka ES akan mendapatkan imbalan sebesar Rp 50 juta.

"Kini anggota juga masih memburu dua tersangka lain yang diduga menjadi bandar besar sabu," pungkasnya.

Dari perbuatannya, kedua tersangka akan dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) dan pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara atau seumur hidup. (Hd1 / A1)


Antisipasi Longsor Susulan, BPBD Jatim Lakukan Survei Geologi, Seismik dan Foto Udara

Bicaraindonesia.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur (Jatim) dalam dua hari ini menerjunkan tim mitigasi bencana. Ini dilakukan untuk mengantisipasi longsor susulan yang mungkin terjadi di Dusun Selopuro, Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Jatim.

Tim tersebut bertugas melakukan survei geologi, survei seismik dan survei (foto) udara. Survei geologi dilakukan dengan melihat struktur tanah dan batu-batuan di sekitar lokasi longsor, Selasa (16/2/2021).

Survei seismik dilakukan dengan menggunakan seismograf untuk mengukur indeks kerentanan tanah yang difokuskan di tiga titik. Yakni, kaki longsoran, belakang Masjid Riyadhatut Tholibin di sekitar lokasi dan di badan longsor.

Sedang survei udara dilakukan menggunakan drone di seluruh area lokasi longsoran yang selalu di-update setiap pagi dan sore hari.

"Survei seismik juga kita lakukan setiap hari sebagai bahan kebijakan bagi tim evakuasi korban agar lebih berhati-hati saat bertugas," kata Kasi Kedaruratan Satriyo Nurseno mewakili Plt Kalaksa BPBD Jatim Yanuar Rachmadi di Posko BPBD Jatim, Desa Ngetos, Nganjuk, Rabu (17/2/2021).

Berdasar survei tiga jenis tersebut, didapati adanya rekahan-rekahan baru yang searah dengan arah longsor. 

Selain itu, juga ditemukan dua jenis struktur batuan yang berbeda. Yakni, sisi utara lebih banyak batuan yang mengalami pelapukan. Sedang sisi selatan merupakan formasi batuan andesit yang masih kuat.

Survei udara juga menemukan adanya aliran air dari sumber yang berpotensi menambah debet air yang terserap tanah.

"Kemiringan bidang longsoran juga terpotret maksimum 56 derajat, dan sore ini kondisinya juga turun hujan," ungkap Satriyo Nurseno.

Menindaklanjuti hasil tersebut, tim BPBD Jatim bersama Sekda Kabupaten Nganjuk Mokhammad Yasin, Dandim 0810 Letkol Inf Georgeus Luky A, Kapolres Nganjuk AKBP Harviadhi dan Tim Basarnas lalu menyimpulkan, bahwa longsor susulan dimungkinkan sangat berpotensi terjadi.

Untuk itu, pihak Kodim 0810 telah menyusun rencana evakuasi untuk petugas pencarian korban, bila terjadi longsor susulan.

"Survei geologi dan foto udara ini penting untuk rencana penggunakan eskavator dan pencarian korban besok (Kamis, red)," kata Dandim 0810, Georgeus Luky A. (Hd /  A1)


© Copyright 2021 Bicaraindonesia.id | All Right Reserved