-->

22/02/2021

Pangkoarmada II Kunjungi Lanal Kendari


Bicaraindonesia.id - Dalam acara kunjungan kerja ke Lanal-Lanal jajaran Koarmada II, Pangkoarmada II Laksda TNI I N.G. Sudihartawan yang didampingi Ketua Daerah Jalasenastri Armada II Ny. Ria Sudihartawan beserta rombongan berkesempatan mengunjungi Lanal Kendari pada Minggu (21/02/2021) kemarin.

Dalam kunjungan tersebut, Pangkoarmada II beserta rombongan disambut langsung oleh Komandan Lanal Kendari Kolonel Laut (P) Andyke Sri Mutia didampingi Ketua Cabang III Korcab VI DJA II beserta Perwira Staf Lanal Kendari.

Kunjungan ini juga diisi tatap muka dengan prajurit beserta keluarganya yang dilaksanakan di Aula Lanal Kendari.

Seperti pada kunjungan sebelumnya di Lanal Palu, di Lanal Kendari Pangkoarmada II menyampaikan, bahwa kunjungannya adalah untuk menguatkan tali silaturahmi dan menyampaikan arah kebijakan secara langsung. Ini upaya untuk memantapkan kualitas pengabdian kepada negara dan bangsa dalam menghadapi tugas yang semakin kompleks di tengah pandemi Covid-19.

Dalam kunjungannya ini, Laksda Sudihartawan menekankan kepada para prajurit Lanal Kendari dan keluarganya agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap bahaya bencana alam.

"Saya berpesan agar seluruh Prajurit beserta keluarganya selalu waspada terhadap bencana alam yang datang sewaktu-wakt," kata  Laksda Sudihartawan dalam keterangan tertulis yang diterima Bicaraindonesia.id, Senin (22/2/2021).

Selain itu, Pangkoarmada II juga berpesan kepada setiap Prajurit agar selalu menjadikan disiplin sebagai nafas kehidupan dalam melaksanakan tugas.

"Tanpa disiplin maka prajurit akan kehilangan nafasnya sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional serta tentara profesional berdasar Sumpah Prajurit dan Sapta Marga," pesan Laksda Sudihartawan.

Laksda Sudihartawan menyampaikan rasa bangganya bisa berkunjung ke Lanal Kendari. Karena pada tahun 2006 - 2008, dia juga pernah menjabat sebagai Komandan Lanal Kendari.

Menurutnya, saat ini kondisi Lanal Kendari telah mengalami perubahan yang sangat signifikan dibawah kepemimpinan Kolonel Laut (P) Andike Sry Mutia.

Usai kegiatan tatap muka dengan prajurit dan keluarga Lanal Kendari, Pangkoarmada II beserta Ibu Ketua Daerah Jalasenastri Armada II melanjutkan kegiatan dengan meresmikan sarana olahraga Indoor Sport dan meninjau Mako Baru Lanal Kendari.

Peninjauan kemudian dilanjutkan menuju Dermaga Pomal dan lapangan tembak Serka KKO Lambay. Dalam kunjungan ini tetap menerapkan protokol kesahatan dalam rangka mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19. (Pen2 / A1)

HPSN 2021, Babak Baru Pengelolaan Sampah di Indonesia

Bicaraindonesia.id - Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) diperingati pada 21 Februari tiap tahunnya. Selama 5 tahun terakhir, HPSN menjadi momentum untuk membangun kesadaran publik dalam upaya-upaya pengurangan sampah. Upaya tersebut ternyata membuahkan hasil yang sangat positif.

"HPSN 2021 harus menjadi babak baru pengelolaan sampah di Indonesia, dengan menjadikan sampah sebagai bahan baku ekonomi Indonesia," kata Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah Limbah dan B3 (PSLB3) KLHK Rosa Vivien Ratnawati, saat Konferensi Pers HPSN 2021, secara virtual, Kamis (18/2/2021).

Vivien menyampaikan, sudah saatnya platform HPSN digeser ke upaya-upaya penanganan sampah yang dapat memberikan kontribusi nyata dalam pertumbuhan ekonomi. Hal tersebut dilakukan melalui pengembangan sektor usaha pengumpulan dan pengangkutan sampah, industri alat dan mesin pengolah sampah, industri daur ulang, industri komposting dan biogas, serta industri sampah menjadi energi alternatif.

"Memanfaatkan momentum positif tersebut, maka HPSN 2021 dijadikan platform untuk memperkuat posisi sektor pengelolaan sampah sebagai pendorong pertumbuhan perekonomian Indonesia sekaligus sebagai perwujudan dari salah satu prinsip pengelolaan sampah berkelanjutan, yaitu waste to resource melalui pelaksanaan ekonomi sirkular (circular economy) dan sampah menjadi sumber energi," katanya.

Hal tersebut didukung data terkini, dimana pengelolaan sampah termasuk salah satu sektor usaha yang tahan banting (resilient) selama pandemi COVID-19. Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian Indonesia kuartal III 2020 pada 5 November 2020, sektor ini justru mengalami pertumbuhan positif. Sektor pengadaan air, pengelolaan sampah, dan limbah merupakan sektor yang tumbuh sangat tinggi, yaitu 6,04 persen.

Pada kesempatan tersebut, Direktur Pengelolaan Sampah KLHK, Novrizal, menyampaikan Peringatan HPSN 2021 mengambil tema “Sampah Bahan Baku Ekonomi di Masa Pandemi”. Penyelenggaraan puncak peringatan HPSN 2021 rencananya dilaksanakan secara hybrid pada 22 Februari mendatang.

"Nanti pada puncak peringatan HPSN, ada serangkaian kegiatan terkait konten substansi pengelolaan sampah, penghargaan bagi pemda dan tokoh-tokoh yang berkontribusi penting, dan peluncuran Sistem Informasi HPSN. Selain itu, kami mencoba membuat agenda sepanjang 2021 berupa virtual exhibition, yang dapat memberikan gambaran kepada publik mengenai pengelolaan sampah di Indonesia dari hulu ke hilir," kata Novrizal.

HPSN mengingatkan Bangsa Indonesia bahwa persoalan sampah harus menjadi perhatian utama yang melibatkan seluruh komponen masyarakat dalam pengelolaannya.

Persoalan sampah merupakan persoalan serius dan multidimensi, sehingga diperlukan resonansi kepedulian persoalan sampah secara terus menerus.

Di akhir konferensi pers, KLHK juga mengajak media turut berperan dalam mengedukasi publik dalam pengelolaan sampah yang baik, dimulai dengan memilah sampah dari rumah. (KLHK / B1)


TNI Siap Kerahkan Tiga Matra Dukung BNN Perangi Narkoba

Foto: Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto saat menerima kunjungan kerja Kepala BNN di Subden Mabes TNI Jakarta Pusat (dok. BNN)


Bicaraindonesia.id - Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, menyatakan komitmen dan dukungan penuhnya terhadap upaya Badan Narkotika Nasional (BNN) memerangi narkoba (War On Drugs).

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI, saat menerima kunjungan kerja Kepala BNN Petrus Reinhard Golose, dalam rangka memperkuat sinergitas antara BNN dengan TNI, di Subden Mabes TNI, Jl. Merdeka Barat, Jakarta Pusat, pada Rabu (10/2/2021) lalu.

“TNI memiliki infrastruktur baik darat, laut, maupun udara. Dan semua bisa dikerahkan apabila BNN membutuhkan dalam rangka mendukung kegiatan operasi memerangi narkoba. TNI siap untuk mendukung BNN," kata Panglima TNI seperti dilansir dalam kanal youtube @humasnewsbnn, Sabtu (13/2/2021).

Dalam kunjungannya ini, Kepala BNN Petrus Reinhard Golose, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas komitmen TNI dalam mendukung BNN. Khususnya program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

"Semoga apa yang menjadi cita-cita dari BNN, yaitu Indonesia Bersinar (Bersih Narkoba) dengan bantuan TNI dapat terlaksana," kata Kepala BNN.

Sementara itu, dalam laporan resminya, baru-baru ini Tim BNN RI kembali membuat gebrakan dengan membekuk jaringan sindikat narkotika yang beroperasi di Palembang, Medan, dan Jakarta.

Tidak tanggung-tanggung, barang bukti yang disita dari empat kasus ini sangat fantastis, yaitu sabu seberat 466,19 kilogram. (A1)



PPKM Skala Mikro Efektif Tekan Kasus Aktif COVID-19


Bicaraindonesia.id - Pemerintah terus berupaya untuk menurunkan angka kasus positif untuk mengendalikan pandemi Covid-19 melalui sejumlah kebijakan, antara lain berupa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro.

Penerapan kebijakan yang telah dimulai sejak 9 Februari 2021 tersebut didasari oleh hasil evaluasi pemerintah terhadap kebijakan pembatasan dengan cakupan wilayah yang sebelumnya lebih luas.

Saat berbincang dengan para pemimpin redaksi media nasional di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 17 Februari 2021, Presiden Joko Widodo mengungkapkan alasan pemerintah menerapkan pembatasan dengan lingkup yang lebih kecil.

“Kenapa saya ngomong di awal minggu itu PPKM tidak efektif? Ya karena memang kurvanya tidak ada yang melandai turun. Tetapi yang kedua kelihatan sekali sudah turun. Yang ketiga ini turun lagi. Kasus aktif juga kalau kita ingat, mungkin tiga minggu yang lalu, itu masih di angka-angka 14 ribu bahkan 15 ribu. Sekarang minggu-minggu terakhir kemarin ini, sudah di 8 ribu-9 ribu,” kata Presiden.

Menurut Presiden, pembatasan dengan lingkup kecil akan lebih efektif dibandingkan dengan lingkup yang luas. Presiden mencontohkan, jika hanya ada satu orang di satu RT yang terinfeksi Covid-19, maka cukup RT tersebut yang dikarantina.

“Awal-awal sebetulnya juga saya sudah sampaikan, PSBB skala mikro. Karena enggak efektif. Wong yang merah itu satu RT kok, yang di-lockdown, di-PSBB-kan satu kota, ekonominya dong yang kena. Kalau yang kena satu kelurahan, ya sudah satu kelurahan itu saja yang diisolasi, dikarantina, tapi bukan satu kota,” jelasnya.

Kebijakan serupa PPKM skala mikro juga telah diterapkan di negara lain selain Indonesia, antara lain di India. Kepala Negara menyebut bahwa India berhasil menekan kasus aktif bukan melalui kebijakan lockdown secara luas, melainkan lockdown dalam skala mikro.

“Meskipun awal-awal India itu lockdown total. Sehingga kok India sekarang ganti ini? Ternyata strateginya sama, PPKM skala mikro,” paparnya.

Presiden memandang bahwa Indonesia memiliki kekuatan untuk menjalankan kebijakan tersebut, yakni perangkat pemerintahan hingga unsur terkecil di tingkat RT/RW, maupun perangkat aparat keamanan dari TNI-Polri melalui Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Hal tersebut diyakini akan sangat membantu pelaksanaan PPKM skala mikro.

“Saya melihat kekuatan kita itu memiliki desa yang ada RT/RW-nya dan di situ ada yang namanya Babinsa dan Bhabinkamtibmas, ini yang semua perangkat itu yang kita pakai sekarang ini. Memang kalau nanti kita di dashboard kita sudah sampai ke level RT, itu memudahkan sekali,” tandasnya. (Setkab / A1)


21/02/2021

Dua Putra Terbaik KPM PKH Lampung Lulus Seleksi Bintara TNI

Bicaraindonesia.id - Kabar bahagia datang dari dua Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) Desa Tulang Bawang, Kecamatan Bahuga, Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung.

Kabar baik itu tersiar melalui pesan dari media grup oleh Koordinator PKH Kabupaten Way Kanan, Pebri, meneruskan dari Pendamping Sosial PKH Kecamatan Bahuga, Ayu Fepri Nawang Sari.

"Ada dua putra terbaik PKH Lampung dinyatakan lulus seleksi Bintara Tentara Nasional Indonesia (TNI) asal Kabupaten Way Kanan tahun ini, atas nama Serda Riki Andrianto (putra dari Ibu Lestari Atun) dan Serda Wahyu Nori Antito (putra dari Ibu Nunung Farida). Keduanya merupakan anak dari KPM PKH. Saat ini, (keduanya) tengah menjalani pendidikan kejuruan di Pusat Pendidikan Peralatan (Pusdikpal) Cimahi, Bandung, Jawa Barat," kata Pebri seperti dilansir dari laman resmi Kemensos, Kamis (18/2/2021).

Sebagai Pendamping Sosial PKH Kecamatan Bahuga, Ayu Fepri Nawang Sari, merasa bersyukur dan gembira atas capaian membanggakan dua anak KPM PKH dampingannya.

"Kami sangat bahagia, Riki dan Wahyu akhirnya mewujudkan cita-citanya menjadi prajurit TNI. Sejak menempuh pendidikan di SMKN 1 Buay Bahuga, keduanya memang telah bertekad dan mempersiapkan diri untuk mengabdikan jiwa raga bagi Ibu Pertiwi dengan menjadi prajurit TNI. Alhamdulilah, keduanya kini berhasil mewujudkan mimpi itu," terang Ayu.

Sementara itu, Koordinator Wilayah (Korwil) PKH Provinsi Lampung 2, Slamet Riyadi, turut mengapresiasi atas capaian prestasi anak KPM PKH Lampung tersebut.

"Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Aswarodi, dalam setiap kesempatan, selalu memotivasi SDM PKH untuk melakukan inovasi dalam pendampingan terhadap KPM PKH. Inovasi tersebut diharapkan menjadi alternatif atau model dalam mengakselerasi kemandirian KPM PKH, menuju percepatan KPM Graduasi Sejahtera. Hal ini selaras dengan visi Bapak Gubernur Lampung menuju Masyarakat Lampung Berjaya, serta arahan Menteri Sosial," kata Slamet.

Slamet menjelaskan bahwa pembinaan terhadap anak PKH tersebut, dalam jangka panjang diharapkan berimplikasi memutus mata rantai kemiskinan antar KPM PKH. Hal itu, lanjut Slamet, juga identik dengan inovasi 'Gerakan Ayo Kuliah', yang telah berjalan sejak 2017 hingga saat ini.

"Gerakan ini telah berhasil mendorong 335 anak PKH melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Harapannya sama, untuk memperbaiki kesejahteraan anak PKH pada masa depannya," pungkas dia. (Kemensos / B1)


© Copyright 2021 Bicaraindonesia.id | All Right Reserved